Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Boyolali- Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda MTsN 5 Boyolali menggelar upacara di halaman Madrasah yang diikuti oleh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan beserta semua siswa yang hadir. Kepala Madrasah Trijaka Repiyanta, S.Pd bentindak sebagai pembina upacara pada hari Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, Senin (28/10/2023).

Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober, disetiap tahunnya. Tahun ini dalam memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-95 dengan tema: “Bersama Majukan Indonesia”.

Trijaka Repiyanta, S.Pd selaku pembina upacara menjelaskan dalam amanahnya mengenai peristiwa sejarah Sumpah Pemuda, yang merupakan suatu pengakuan dari pemuda-pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.

“Bersama Majukan Indonesia, tema ini menggambarkan spirit persatuan dalam keberagaman bangsa Indonesia”, ucapnya.

“Semoga dari peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, pemuda-pemudi Indonesia lebih bersemangat, tangguh, saling menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjaga toleransi sesama anak bangsa dan semoga menjadi pemuda-pemudi yang bisa membuat bangsa Indonesia menjadi negara paling terdepan dalam segi ilmu teknologi, ekonomi, dan budaya”, tuturnya. (Ast)

Kepala Kemenag Boyolali Hadiri Peringatan Maulid Nabi di MTsN 5 Boyolali

Boyolali– Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali, H. Taufiqur Rahman, S.Ag, M.S.I hadir dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus meresmikan penggunaan Masjid An Nur MTs Negeri 5 Boyolali, Rabu (20/09/2023).

Kehadiran beliau sejatinya sangat ditunggu-tunggu oleh warga MTs Negeri 5 Boyolali dengan mempersiapkan kedatangannya yang disambut oleh Kepala Madrsah MTs Negeri 5 Boyolali Trijaka Repiyanta, S.Pd.

Di depan pintu masuk MTs Negeri 5 Boyolali sudah di persiapakan rombongan Perguruan Silat Bunga Rasa, Rebana Syair Langit, dan Tarian Saman dari Siswa MTs Negeri 5 Boyolali.

Taufiq sangat mengapresiasi penyambutan yang baik dari MTs Negeri Boyolali hal tersebut mencerminkan kesiapan panitia serta budaya kerja yang baik di lingkungan madraasah.

Selanjutnya Taufiqur Rahman dalam tausiyahnya perlunya memperingati Maulud Nai Muhammad SAW. Karena dengan kelahiran Nabi Muhammad-lah manusia menemukan cahaya agama Islam, sehingga keluar dari zaman jahiliyah. Meneladani akhlak Rasulullah yang mengedepankan adab dengan tidak meninggalkan ilmu.

“Jadilah siswa yang beradap, hormati bapak ibbu guru. selalu taat dan tepat waktu dalam beribadah”, imbuh Taufiq, Kepala Kemenag Kabupaten Boyolali.

Oleh krena itu dengan adanya Masjid An Nur Taufiqur Rahman berharap nantinya tidak hanya sebagai tempat beribadah (center of praynig) namun juga sebagai certer of learning sekaligus center of islamic culture.

Untuk mewujudkan hal tersebut harus segera dibentuk ta’mir masjid yang nantinya akan mengelola segala kebutuhan dan kegiatan masjid. (AST)

Kemeriahan Karnaval HUT RI Ke-78 Di Kecamatan Wonosegoro

Boyolali-  Kemeriahan karnaval memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 dengan tema “Terus Melaju untuk Indonesia Maju” Se-Kecamatan Wonosegoro begitu terasa bagi semua kalangan masyarakat maupun instansi pemerintahan, Sabtu (19/09/23). Karnaval ini start awal dari SMK Negeri  1 Wonosegoro sampai halaman Kecamatan Wonosegoro dengan jarak 2 km. Acara ini dimulai dari jam 07.00 – 12.00 WIB.

Kemeriahan karnaval terdiri dari 11 Desa, Ormas, HIMPAUD,  IGTKI, SD/MI, SMP/MTs, MA/SMK, UPK, Darma Wanita, dan Puskesmas Kecamatan Wonosegoro. Karnaval ini terdiri dari tiga kategori SD/MI, SMP/SMA, dan Desa/ Ormas. MTsN 5 Boyolali tergabung dalam ketegori SMP/SMA dengan mengusung  tema “Keberagaman Umat” di bawah komando Waka Kesiswaan Zaenudin, S.PdI hal tersebut nampak jelas dari pakain yang dikenakan saat karnaval tahun ini adalah pakaian pelajar, religi, adat, horor, profesi, pahlawan, pencak silat, dan pakian daster.

Guru dan pegawai MTsN 5 Boyolali juga turut serta mendampingi peserta didiknya untuk  memberikan suport dalam kegiatan karnaval dengan berpakaian seragam olahraga. Para peserta karnaval termasuk anak-anak MTsN 5 Boyolali sangat antusias dan semangat dalam kegiatan itu semangat dari awal hingga finish di panggung penghormatan depan kantor Kecamatan Wonosegoro.

Hasil rekap nilai perlombaan karnaval yang diumumkan pihak panitia pada pukul 14.15 WIB dengan hasil juara untuk kategori SMP/SMA Juara 1. SMKN 1 Wonosegor, juara 2. SMPN 1 Wonosegoro, 3. SMPN Wonosegoro, 4. MTsN 5 Boyolali, 5. SMK Muhammadiyah 7 Wonosegoro, 6. SMP NU 2 Wonosegoro, 7. MA Darussalam, 8. SMP Darussalam Bandung Wonosegoro, dan SMP Muhammadiyah 5 Wonosegoro. Sedangkan untuk kategori SD/MI juara 1. SDN Bandung Wonosegoro, SDN 1 Wonosegoro, 3. SDN Kauman Wonosegoro dan untuk kategori umum juara 1. Desa Kauman, disusul Desa Banyusri juara 2 dan Desa Gosono sebagai juara 3.

Zaenudin, S.PdI selaku Waka Kesiswaan MTsN 5 Boyolali sejak awal persipan karnaval sudah mengatakan “Saya tidak menargetkan juara pada karnaval tahun ini, yang terpenting ikut memeriahkan”, pungkasnya. Maka sudah tak heran jika MTsN 5 berada diurutan keempat. Namun hal tersebut akan dijadikan evaluasi untuk kegiatan ditahun-tahun berikutnya. (Ast)

Peringatan HUT RI Ke-78 Se-Kecamatan Wonosegoro dengan Semangat Nasionalisme

BOYOLALI– Kecamatan Wonosegoro merayakan ulang tahun hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 dengan semangat nasionalisme, keberagaman, dan kebersamaan. Upacara bendera yang digelar di lapangan Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, pada Kamis (17/8/2023).

Upacara tersebut menjadi momen yang tak terlupakan yang sarat dengan makna serta berjalan khidmat. Upacara HUR RI Ke-78 dihadirih oleh Sujiyo, S. Sos selaku Camat Kecamatan Wonosegoro dan Sejumlah Pejabat Forkopimcam Wonosegoro, Anggota DPRD Wilayah Wonosegoro, Kepala UPT/Dinas/Instansi, Kepala BUMD/ Lembaga/Badan Usaha Swasta, Kepala SD/MI/SMP/MTs/SMK/MA, Kepala Desa, Purnawirawan TNI/Polri, Ketua PWRI Kecamatan Wonosegoro, Ketua Ormas dan Orpol, Ketua TP.PKK Kecamatan Wonosegoro, Pendamping Desa/PKH/TKSK, Tokoh Masyarakat/ Agama/ Pemuda, Mahasiswa KKN UNDIP, Siswa SD, SMP/MTs, SMK/MA, dan Panwas Se-Kecamtan Wonosegoro yang mengenakan sragam identitas serta Pegawai ASN, Non-ASN, dan Perangkat Desa yang tampak memkai baju adat yang memembaur menjadi satu. Hal tersebut menandakan bahwa keberagaman itu suatu hal yang lumprah namun kebersamaan dan persatuan adalah modal utama untuk membagun bangsa yang “Terus Melaju untuk Indonesia Maju”.

Sujiyo, S.Sos Camat Wonosegoro mengambil posisi sebagai Inspektur Upacara Bendera, mengamati langkah tegap Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) siswa SMKN 1 Wonosegoro yang mempesona yang di dampingi Pengawal Bendera. Keberanian dan semangat patriotisme terpancar dari mata para anggota Paskibra, menambah suasana haru di tengah hadirin dan peserta upacara.

Namun, momen yang tak kalah penting adalah pembacaan saat Sujito, S.Sos membacakan pidato dari Bupati Boyolali Muhammad Said Hidayat dengan tema “Terus Melaju untuk Indonesia Maju”. Tema tersebut sekaligus sebagai wujud semangat untuk pulih dari keterpurukan dan semangat untuk bangkit membangun sumber daya manusia menuju manusia unggul memiliki korelasi yang erat dengan peningkatan produktivitas kerja, dalam berbagai lini dan bidang, membangun sumber daya manusia yang terampil dan unggul, berkontribusi bagi Bangsa dan Negara Republik Indonesia, serta Kabupaten Boyolali pada khususnya.

Camat Sujito juga menyampaikan tmenyampaikan selamat HUT RI Ke-78 RI dan berpesan agar masyarakat Kabupaten Boyolali khususnya Kecamatan Wonosegoro tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

Detik-detik proklamasi kemerdekaan terasa semakin dekat seiring dengan langkah-langkah pasti Paskibra, mengingatkan kita akan sejarah panjang perjuangan bangsa ini. Upacara bendera menjadi bukti bahwa semangat patriotisme dan cinta tanah air masih hidup dan bersemayam dalam setiap jiwa warga Kabbupaten Boyolali khususnya Kecamatan Wonosegoro. (Ast)

Upacara Hari Pramuka Ke-62

Boyolali- Kegiatan Upacara Hari Pramuka Ke-62 Senin, (14/08/2023) pukul 07.00 WIB di MTs Negeri 5 Boyolali. Upacara diikuti oleh 415 siswa kelas 7 dan 9, guru, karyawan MTs Negeri 5 Boyolali, dengan berpakaian pramuka lengkap. Sementara kelas 8 dengan jumlah 178 siswa bersama pembina, wali kelas, dan Kepala MTs Negeri 5 menghadiri undangan dari Kwaran Kecamatan Wonosegoro untuk mengikuti upacara Hari Pramuka yang bertempat di lapangan Dukuh Ketoyan, Desa Wonosegoro, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

Kegiatan upacara di MTs Negeri 5 Boyolali berlangsung dengan khimad dan penuh syukur kepada Allah Swt. karena diberikan kesehatan di hari pramuka tersebut. Pramuka bermula dari suatu permainan di alam terbuka yang diperuntukkan bagi anak-anak dan dewasa, yaitu suatu pengembaraan. Dengan bermain di alam atau mengembara, kita dapat memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, karena kita dapat melihat kebesaran dan keagungan yang Allah Swt. berikan untuk makhluknya. Sikap berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, bertujuan agar para siswa memiliki kepribadian yang disiplin dan bertanggung jawab untuk diri sendiri, lingkungan, dan mengamalkan pancasila.

Dalam pramuka terdapat Dasa Dharma Pramuka yang merupakan cerminan sikap yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Dasa Dharma pramuka mengajarkan kita menjadi manusia agar memiliki hubungan baik pada sesama manusia, lingkungan, dan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.  “Pramuka mengajarkan kepada kita untuk menjadi seorang yang dapat mengamalkan sikap yang baik. Seperti yang tertera pada Dasa Dharma Pramuka yaitu (1) Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; (2) Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia; (3) Patriot yang sopan dan ksatria; (4) Patuh dan suka bermusyawarah; (5) Rela menolong dan tabah; (6) Rajin, terampil, dan gembira; (7) Hemat, cermat dan bersahaja; (8) Disiplin, berani dan setia; (9) Bertanggung jawab dan dapat dipercaya; (10) Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Sikap tersebut harus dimiliki oleh seluruh siswa dan rekan-rekan yang ada di MTs Negeri Boyolali 5,” kata Zainudin, S.Pd.I dalam sambutannya sebagai pembina upacara. Disamping itu beliau juga menegaskan kedisiplinan juga hal utama yang harus diterapkan dalam kehidupan. Sikap pramuka mengajarkan pada kita untuk menjadi manusia yang lebih baik dalam berbuat kepada sesama manusia maupun pada lingkungan. Kesimbangan dengan alam dapat membuat kehidupan menjadi lebih nyaman. Keseimbangan dengan alam dapat dilakukan dengan hal yang kecil seperti membersihkan lingkungan dan menjaga lingkungan. (Ast)

Gebrakan Baru Kepala MTsN 5 Boyolali Tahun Pelajaran 2023/2024!

Boyolali- Kepala Madrsah Tsanawiyah Negeri 5 Boyolali Trijaka Repiyanta, S.Pd membuat sebuah gebrakan baru “Sabtu Gembira” (20/07/2023). ”Tujuan dari kegiatan Sabtu Gembira adalah agar siswa MTsN 5 Boyolali dapat mengembangkan bakat dan minat sesuai dengan kemampuan mereka. Serta dapat menyeleksi potensi mereka untuk diikutsertakan dalam suatu event-event tertentu. Pasti dengan harapan dapat mendulang prestasi yang membawa nama Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Boyolali tetentunya.” ungkap Trijaka Repiyanta, S.Pd.

Kegitan diawali dengan senam bersama yaitu Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha (Ka.TU), Staff, Guru dan Pegawai serta semua siswa MTsN 5 Boyolali. Dilanjutkan pengelompokkan bakat dan minat siswa sesuai dengan pilihan siswa dari brosure yang telah diedarkan dihari sebelumnya.

Pilihan kegiatan pengembangan diri tersebut diantaranya, Bola Voli, Futsal/ Sepak Bola, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Komputer, Rebana, Musabaqoh Tilawah Quran (MTQ), Singer/ Paduan Suara, English Club, Arabic Club, Majalah Dinding (Mading), Pencak Silat, Macapat/ pidato Bahasa Jawa, Kaligrafi, dan Pramuka. Semua kegiatan itu tercover oleh pembinanya. Jadi, tidak ada siswa yang tidak mengikuti kegiatan pengembangan diri Sabtu Gembira.

Kegiatan Sabtu Gembira tersebut semua warga Madrasah terlibat untuk mendapat tugas dan perannya masing-masing. Sehingga, tidak ada yang berdiam diri menjadi menjadi seorang penonton. Banyak harapan yang tergambar dalam progam tersebut demi kemajuan MTsN 5 Boyolali yang lebih baik. (Ast)

Semarak Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriyah Di MTsN Boyolali

Boyolali–  Semarak Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriah menggelora di MTsN 5 Boyolali.  Dalam rangka memperingati  Tahun  Baru Islam  1 Muharram  1445 MTsN 5 Boyolali menggelar pawai ta’aruf yang berlangsung di halaman MTsN 5 Boyolali dilanjutkan turun ke Jalan Raya Karanggede-Wonosegoro, Sabtu  (23/07/2023). Pawai tersebut diikuti oleh siswa bersama guru, pegawai, staf tata usaha MTsN 5 Boyolali yang turut serta menyambut semarak kemeriahan perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriah.

Pelaksana Tugas Kepala MTsN 5 Boyolali Sutrisno, S.Pd.I, M.M, memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Dalam kata sambutannya beliau menyapaikan tentang momentum 1 Muharram diharapkan dapat mengambil hikhmah dari kisah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Terlebih untuk meningkatkan semangat hijrah ke arah yang lebih baik menuju insan berkualitas.

 “Sebagai warga madrasah bernuansa islami, kita sepatutnya bergembira dalam merayakan tahun baru hijriah. Pawai ini salah satu syiar islam untuk diambil pelajarannya dari kisah Nabi Muhammad SAW ketika hijrah dari Mekkah ke Madinah. Perjuangan Rasul dan Sahabatnya selama perjalanan itu menjadi makna Tahun Baru yang hendaknya dijadikan sebagai suri tauladan pelajaran hidup bagi umat manusia, ”  ungkap Sutrisno, S.Pd.I, M.M.  Selain hal tersebut beliau juga mengajak untuk memperbaiki diri keperubahan untuk menuju pribadi yang berkualitas, berakhlaqul karimah, memperkuat ukhuwah silaturahim ,dan meningkatkan kepedulian antar sesama.

Pada kesempatan yang sama pula Pelaksana Tugas Kepala MTsN 5 Boyolali Sutrisno, S.Pd.I, M.M, tak lupa menyampaikan terima kasih atas antusias para peserta didik, guru dan pegawai Madrasah yang telah ikutserta memeriahkan pawai ta’aruf untuk memperingati Tahun Baru Islam 1445 Hijriyah.

Kegiatan Pawai Ta’aruf memperinati Tahun Baru Islam 1445 Hijriyah siswa dan guru MTsN 5 Boyolali berpakaian muslim sebagai bentuk siar. Pawai dilakukan dengan berjalan kaki dengan jarak tempuh 1 km, dari titik start pukul 08.00 WIB dengan rute lokasi halaman baru MTsn 5 Boyolali menuju depan Kantor Kecamatan Wonosegoro berlangsung secara tertib.

Kegiatan ini turut dimeriahkan dengan melantunkan sholawat kepada junjungan Nabi Muhammad SAW dari grup hadroh MTsN 5 Boyolali yang didampingi M. Zuhri, S.Pd.I dan Siti Rofi’ah, S.Pd.I sebagai pembina.  Selain itu dihibur dengan pertunjukan Silat Bunga Rasa dari MTsN 5 didampingi Amin, S.Pd.I sebagai pembina. Kegiatan tersebut diakhiri dengan tausiah singkat yang diisi oleh Khabib Ihsan, S.Pd.I tentang hikmah dari Tahun Baru Islam 1445 Hijriah. (Ast)

Masa Ta’aruf Siswa Madrasah Tsaniwiyah Negeri 5 Boyolali

Siswa MTsN 5 Boyolali Mengikuti Apel Pembukaan MATSAMA

Boyolali– Madrsah Tsanawiyah Negeri 5 Boyolali melakukan kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) selama tiga hari yakni pada  Senin (17/07/2023) sampai Kamis (20/07/2023). Kegiatan tersebut terjeda satu hari  pada hari Rabu (19/07/2023), hari tersebut bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharrah 1445 Hijriyah.  Dalam kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) Tahun Pelajaran  2023/2024 di Madrsah Tsanawiyah Negeri  5 Boyolali memliki perbedaan di tahun sebelumnya. Pada kegiatan tahun pelajaran ini siswa Madrsah Tsanawiyah Negeri  5 Boyolali berada di halaman baru, Masjid baru dan Kepala Madrasah baru. Tetapi dalam penyambutan kegitan tersbut dilakukan oleh H. Sutrisno, S.Pd.I, M.M, selaku Pelaksana Tugas Kepala MTsN 5 Boyolali. Sementara kepala MTsN 5 Boyolali yang baru sedang melaksanakan kegiatan ibadah haji.

Kegiatan  Masa Ta’aruf Siswa (MATSAMA) tersebut disambut sangat antusias oleh peserta didik baru yang berjumlah 216 siswa, siswa kelas 8 berjumlah 198 dan kelas  9 berjumlah 198 serta di saksikan oleh guru dan pegawai MTsN 5 Boyolali.

Pelaksana Tugas Kepala MTsN 5 Boyolali dalam sambutan dan penutupan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA)  berpesan, agar kegiatan itu dilakukan dengan cara kreatif, mendidik, serta dapat menumbuhkan motivasi belajar. Sehingga peserta didik dapat belajar dengan baik dan meraih prestasi yang dapat membagakan bagi orang tua Madrasah. Beliau juga mengingatkan peserta didik baru agar tidak hanya mencari ilmu saja, tetapi harus belajar ilmu agama dan memilik akhlak yang baik.

Pada saat pembukaan dan penutupan Masa Ta’aruf Siswa (MATSAMA) H. Sutrisno, S.Pd.I, M.M, selaku Pelaksana Tugas Kepala MTsN 5 Boyolali juga mengkalungkan papan nama dan topi ke siswa  sebagai tanda  siswa siap untuk melaksanakan MATSAMA dan di hari terakhir MATSAMA beliau juga melakukan simbolis pencopotan papan nama dan topi yang menadakan bahwa Masa Ta’aruf Siswa (MATSAMA) telah selesai. (AST)