Kemeriahan Karnaval HUT RI Ke-78 Di Kecamatan Wonosegoro

Boyolali-  Kemeriahan karnaval memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 dengan tema “Terus Melaju untuk Indonesia Maju” Se-Kecamatan Wonosegoro begitu terasa bagi semua kalangan masyarakat maupun instansi pemerintahan, Sabtu (19/09/23). Karnaval ini start awal dari SMK Negeri  1 Wonosegoro sampai halaman Kecamatan Wonosegoro dengan jarak 2 km. Acara ini dimulai dari jam 07.00 – 12.00 WIB.

Kemeriahan karnaval terdiri dari 11 Desa, Ormas, HIMPAUD,  IGTKI, SD/MI, SMP/MTs, MA/SMK, UPK, Darma Wanita, dan Puskesmas Kecamatan Wonosegoro. Karnaval ini terdiri dari tiga kategori SD/MI, SMP/SMA, dan Desa/ Ormas. MTsN 5 Boyolali tergabung dalam ketegori SMP/SMA dengan mengusung  tema “Keberagaman Umat” di bawah komando Waka Kesiswaan Zaenudin, S.PdI hal tersebut nampak jelas dari pakain yang dikenakan saat karnaval tahun ini adalah pakaian pelajar, religi, adat, horor, profesi, pahlawan, pencak silat, dan pakian daster.

Guru dan pegawai MTsN 5 Boyolali juga turut serta mendampingi peserta didiknya untuk  memberikan suport dalam kegiatan karnaval dengan berpakaian seragam olahraga. Para peserta karnaval termasuk anak-anak MTsN 5 Boyolali sangat antusias dan semangat dalam kegiatan itu semangat dari awal hingga finish di panggung penghormatan depan kantor Kecamatan Wonosegoro.

Hasil rekap nilai perlombaan karnaval yang diumumkan pihak panitia pada pukul 14.15 WIB dengan hasil juara untuk kategori SMP/SMA Juara 1. SMKN 1 Wonosegor, juara 2. SMPN 1 Wonosegoro, 3. SMPN Wonosegoro, 4. MTsN 5 Boyolali, 5. SMK Muhammadiyah 7 Wonosegoro, 6. SMP NU 2 Wonosegoro, 7. MA Darussalam, 8. SMP Darussalam Bandung Wonosegoro, dan SMP Muhammadiyah 5 Wonosegoro. Sedangkan untuk kategori SD/MI juara 1. SDN Bandung Wonosegoro, SDN 1 Wonosegoro, 3. SDN Kauman Wonosegoro dan untuk kategori umum juara 1. Desa Kauman, disusul Desa Banyusri juara 2 dan Desa Gosono sebagai juara 3.

Zaenudin, S.PdI selaku Waka Kesiswaan MTsN 5 Boyolali sejak awal persipan karnaval sudah mengatakan “Saya tidak menargetkan juara pada karnaval tahun ini, yang terpenting ikut memeriahkan”, pungkasnya. Maka sudah tak heran jika MTsN 5 berada diurutan keempat. Namun hal tersebut akan dijadikan evaluasi untuk kegiatan ditahun-tahun berikutnya. (Ast)

Peringatan HUT RI Ke-78 Se-Kecamatan Wonosegoro dengan Semangat Nasionalisme

BOYOLALI– Kecamatan Wonosegoro merayakan ulang tahun hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 dengan semangat nasionalisme, keberagaman, dan kebersamaan. Upacara bendera yang digelar di lapangan Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, pada Kamis (17/8/2023).

Upacara tersebut menjadi momen yang tak terlupakan yang sarat dengan makna serta berjalan khidmat. Upacara HUR RI Ke-78 dihadirih oleh Sujiyo, S. Sos selaku Camat Kecamatan Wonosegoro dan Sejumlah Pejabat Forkopimcam Wonosegoro, Anggota DPRD Wilayah Wonosegoro, Kepala UPT/Dinas/Instansi, Kepala BUMD/ Lembaga/Badan Usaha Swasta, Kepala SD/MI/SMP/MTs/SMK/MA, Kepala Desa, Purnawirawan TNI/Polri, Ketua PWRI Kecamatan Wonosegoro, Ketua Ormas dan Orpol, Ketua TP.PKK Kecamatan Wonosegoro, Pendamping Desa/PKH/TKSK, Tokoh Masyarakat/ Agama/ Pemuda, Mahasiswa KKN UNDIP, Siswa SD, SMP/MTs, SMK/MA, dan Panwas Se-Kecamtan Wonosegoro yang mengenakan sragam identitas serta Pegawai ASN, Non-ASN, dan Perangkat Desa yang tampak memkai baju adat yang memembaur menjadi satu. Hal tersebut menandakan bahwa keberagaman itu suatu hal yang lumprah namun kebersamaan dan persatuan adalah modal utama untuk membagun bangsa yang “Terus Melaju untuk Indonesia Maju”.

Sujiyo, S.Sos Camat Wonosegoro mengambil posisi sebagai Inspektur Upacara Bendera, mengamati langkah tegap Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) siswa SMKN 1 Wonosegoro yang mempesona yang di dampingi Pengawal Bendera. Keberanian dan semangat patriotisme terpancar dari mata para anggota Paskibra, menambah suasana haru di tengah hadirin dan peserta upacara.

Namun, momen yang tak kalah penting adalah pembacaan saat Sujito, S.Sos membacakan pidato dari Bupati Boyolali Muhammad Said Hidayat dengan tema “Terus Melaju untuk Indonesia Maju”. Tema tersebut sekaligus sebagai wujud semangat untuk pulih dari keterpurukan dan semangat untuk bangkit membangun sumber daya manusia menuju manusia unggul memiliki korelasi yang erat dengan peningkatan produktivitas kerja, dalam berbagai lini dan bidang, membangun sumber daya manusia yang terampil dan unggul, berkontribusi bagi Bangsa dan Negara Republik Indonesia, serta Kabupaten Boyolali pada khususnya.

Camat Sujito juga menyampaikan tmenyampaikan selamat HUT RI Ke-78 RI dan berpesan agar masyarakat Kabupaten Boyolali khususnya Kecamatan Wonosegoro tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

Detik-detik proklamasi kemerdekaan terasa semakin dekat seiring dengan langkah-langkah pasti Paskibra, mengingatkan kita akan sejarah panjang perjuangan bangsa ini. Upacara bendera menjadi bukti bahwa semangat patriotisme dan cinta tanah air masih hidup dan bersemayam dalam setiap jiwa warga Kabbupaten Boyolali khususnya Kecamatan Wonosegoro. (Ast)

Upacara Hari Pramuka Ke-62

Boyolali- Kegiatan Upacara Hari Pramuka Ke-62 Senin, (14/08/2023) pukul 07.00 WIB di MTs Negeri 5 Boyolali. Upacara diikuti oleh 415 siswa kelas 7 dan 9, guru, karyawan MTs Negeri 5 Boyolali, dengan berpakaian pramuka lengkap. Sementara kelas 8 dengan jumlah 178 siswa bersama pembina, wali kelas, dan Kepala MTs Negeri 5 menghadiri undangan dari Kwaran Kecamatan Wonosegoro untuk mengikuti upacara Hari Pramuka yang bertempat di lapangan Dukuh Ketoyan, Desa Wonosegoro, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

Kegiatan upacara di MTs Negeri 5 Boyolali berlangsung dengan khimad dan penuh syukur kepada Allah Swt. karena diberikan kesehatan di hari pramuka tersebut. Pramuka bermula dari suatu permainan di alam terbuka yang diperuntukkan bagi anak-anak dan dewasa, yaitu suatu pengembaraan. Dengan bermain di alam atau mengembara, kita dapat memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, karena kita dapat melihat kebesaran dan keagungan yang Allah Swt. berikan untuk makhluknya. Sikap berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, bertujuan agar para siswa memiliki kepribadian yang disiplin dan bertanggung jawab untuk diri sendiri, lingkungan, dan mengamalkan pancasila.

Dalam pramuka terdapat Dasa Dharma Pramuka yang merupakan cerminan sikap yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Dasa Dharma pramuka mengajarkan kita menjadi manusia agar memiliki hubungan baik pada sesama manusia, lingkungan, dan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.  “Pramuka mengajarkan kepada kita untuk menjadi seorang yang dapat mengamalkan sikap yang baik. Seperti yang tertera pada Dasa Dharma Pramuka yaitu (1) Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; (2) Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia; (3) Patriot yang sopan dan ksatria; (4) Patuh dan suka bermusyawarah; (5) Rela menolong dan tabah; (6) Rajin, terampil, dan gembira; (7) Hemat, cermat dan bersahaja; (8) Disiplin, berani dan setia; (9) Bertanggung jawab dan dapat dipercaya; (10) Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Sikap tersebut harus dimiliki oleh seluruh siswa dan rekan-rekan yang ada di MTs Negeri Boyolali 5,” kata Zainudin, S.Pd.I dalam sambutannya sebagai pembina upacara. Disamping itu beliau juga menegaskan kedisiplinan juga hal utama yang harus diterapkan dalam kehidupan. Sikap pramuka mengajarkan pada kita untuk menjadi manusia yang lebih baik dalam berbuat kepada sesama manusia maupun pada lingkungan. Kesimbangan dengan alam dapat membuat kehidupan menjadi lebih nyaman. Keseimbangan dengan alam dapat dilakukan dengan hal yang kecil seperti membersihkan lingkungan dan menjaga lingkungan. (Ast)